PUISI-PUISI

Realita Kehidupan

Asam pahit kehidupan kan slalu ada

Untuk manjakan diri dalam kegelisahan

Lambat laun kita terbawa arus mereka

Indahnya dunia hanya bayangan semata

Andaikan kita bisa tersadar akan semua yang telah terjadi

Realita kehidupan tak dapat dihindari

Akankah kita sanggup melawannya?

Hitam di atas putih semuanya bisa terombang-ambing

Inilah kejamnya kehidupan, namun tak berdaya

Melawan kehendak sang Illahi

By : The_un

 

Do’a

Aku merenung di malam yang sunyi

Udara sejuk menyertai malamku

Langit-langit begitu indah

Itukah rahmat-Mu?

Aku seakan-akan melayang dalam rahmat-Mu

Rantai-rantai do’a pun ku panjatkan

Air sucipun bertetesan

Hati ini teringat akan dosa-dosaku

Inginku selalu ada dalam jalan-Mu

Matipun ku ingin ada dalam jalan-Mu

By : Aki Muip

 

Langkah-langkah jalan hidupku

Untuk mencari ridha-Mu

Semua itu kan kulakukan hanya untuk-Mu

Ya… Allah

 

Firasatku mengatakan

Itulah cintaku pada-Mu

Tak akan ada yang mampu meruntuhkan cinta

Rasa ini hanya untuk-Mu

Itulah baktiku pada-Mu

Allah.. Allah.. Allah..

By : Aki Muip

@2008

MENGENAL,MEMPELAJARI, DAN MEMAHAMI KEPRIBADIAN ANAK

Gambar

Manusia dilahirkan berbeda-beda, tidak ada satupun manusia yang sama persis di dunia ini. Walaupun mereka kembar identik, tetap mereka memiliki perbedaan satu sama lain, baik secara fisik, maupun psikologis. Terkadang kita melihat seorang anak yang suka sekali bergaul dengan orang banyak, ada anak yang suka menyendiri, ada juga anak yang suka diperhatikan terus-menerus bahkan ada anak yang suka menang sendiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, dan faktor yang paling dominan biasanya adalah faktor bawaan sejak lahir. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa faktor lingkungan juga akan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dan kepribadian bawaan dari seorang anak. Lingkungan lingkar satu: keluarga inti—ayah, ibu, saudara kandung, serta lingkungan lingkar dua:  keluarga besar—kakek, nenek, paman, bibi, tentunya berperan sangat penting atas terbentuknya karakter dan kepribadian seorang anak. Sebagai calon orang tua dan calon guru, sebaiknya kita dapat mengetahui dan memahami karakter dan kepribadian anak supaya komunikasi  dan interaksi antara kita dengan mereka akan menjadi lebih mudah, lebih efektif dan dapat membantu kita mencapai keharmonisan ideal seperti yang kita inginkan.  Florance Littauer di dalam  bukunya Personality Plus For Parents, mengatakan: ada empat kepribadian dasar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakter dan kepribadian anak, yaitu:

  1. 1.      Kepribadian Populer— Sanguinis

Motto: “Ayo kita bersenang-senang sekarang.”

Julukan: “Si tukang bicara.”

Anak dengan  karakter dan kepribadian Sanguinis Populer adalah anak yang cenderung berenergi besar, suka bersenang-senang, supel, orang yang cerah, ceria, bisa mendengar suaranya jauh sebelum melihat orangnya, heboh sekali dan jika memakai pakaian biasanya berwarna cerah meriah dengan banyak sekali aksesoris. Mereka juga suka mencari perhatian, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan dari orang-orang yang ada di sekeliling mereka.Mereka biasanya optimis dan hampir selalu menyenangkan.  Namun mereka bisa juga tidak teratur, emosional, dan hipersensitif tentang apa kata orang terhadap mereka.

Menghadapi anak dengan  karakter dan kepribadian sanguinis, pendekatan komunikasi yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua sebisa mungkin harus kreatif karena anak sanguinis menyukai keanekaragaman dan senang menjadi pusat perhatian. Anak tipe ini akan memberikan respon terhadap afeksi, percakapan, dan perhatian yang sifatnya pribadi.

 

2.   Kepribadian Kuat—Koleris

Motto: “Lakukan saja sekarang.”

Julukan: “Si pelaksana.”

Anak dengan  karakter dan kepribadian Koleris Kuat adalah anak yang secara alami berorientasi pada sasaran, yang hidupnya dicurahkan untuk berprestasi, dan yang cepat mengorganisasikan.  Mereka selalu menuntut loyalitas dan penghargaan dari orang-orang yang ada di sekeliling mereka.Ciri-cirinya To The Point, dia ingin segala sesuatunya cepat dan dilakukan saat itu juga, dia tidak bertele-tele. Namun dorongan serta tekad mereka bisa membuat mereka kecanduan kerja,  merasa sok benar sendiri serta keras kepala, dan  membuat mereka tidak peka terhadap perasaan orang lain, serta pada titik ekstrimnya adalah dia bisa menjadi terlalu dominan dan terlalu mengatur, terlalu mengontrol, sehingga orang lain bisa tidak tahan.

Menghadapi anak dengan karakter dan kepribadian koleris, pendekatan komunikasi yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua sebisa mungkin tidak melibatkan perasaan dan  menghakimi.  Anak tipe ini cenderung tidak berperasaan, sehingga orangtua yang demonstratif tidak boleh tersinggung atau pun sakit hati bila anak-anak memberikan respon yang keras saat ditegur atau diperintah.  Anak-anak ini sangat menghargai keadilan, logika, kejujuran, serta keterus-terangan.

3.  Kepribadian Sempurna—Melankolis

Motto: “Ayo kita kerjakan secara benar.”

Julukan: “Si pemikir.”

Anak dengan  karakter dan kepribadian Melankolis Sempurna adalah anak yang cenderung  pendiam dan pemikir. Mereka akan selalu berusaha mengejar kesempurnaan dalam segala hal yang penting bagi mereka.  Ia begitu ahli di dalam perencanaan dan ahli di dalam analisa. Ciri-ciri anakmelankolis yang sangat tampak adalah anak ini sangat teratur, suka kerapian, dan secara akademis mereka adalah anak yang cerdas dan pandai. Anak melankolis sangat suka “mengontrol” semuanya sendiri.Namun, dengan kesempurnaan sebagai sasaran, anak-anak seperti ini seringkali kecewa dan bahkan depresi karena hasil yang didapatkan kurang sempurna.

Menghadapi anak dengan karakter dan kepribadian melankolis, pendekatan komunikasi yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua harus dipenuhi dengan penghargaan atas apa saja yang telah mereka lakukan dengan baik. Anak tipe ini cenderung tidak kompetitif dan bisa jadi tidak akan terlalu merespon iming-iming hadiah ataupun permainan yang kitaajukan.Sebaiknya, berikan saran yang membangun, bukan kritikan tajam.  Karena mereka cenderung perfeksionis, mereka akan merngkritik diri mereka sendiri tanpa perlu kita minta.

4.  Kepribadian Damai—Phlegmatis

Motto: “Untuk apa berdiri kalau bisa duduk.”

Julukan: “Si pengamat.”

Anak dengan  karakter dan kepribadian Phlegmatis Damai adalah anak yang cenderung  seimbang dan mencukupkan diri,  sangat setia dan bisa dipercaya untuk memegang rahasia. Anak phlegmatis biasanya cenderung diam dan mengalah. Mereka tidak suka resiko, tantangan, dan kejutan, dan akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan.  Walaupun mereka cenderung menghindari situasi-situasi yang terlalu menekan, mereka dapat bekerja dengan baik di bawah tekanan.  Namun kurangnya disiplin dan motivasi sering membuat mereka menunda-nunda pekerjaan kalau tak ada pemimpin yang kuat.

Menghadapi anak dengan karakter dan kepribadian phlegmatis, pendekatan komunikasi yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua sebisa mungkin penuh persahabatan dan tanpa ancaman.  Anak tipe ini cenderung bersikap sebagai seorang pendengar dan pengamat yang baik. Memberi contoh yang baik adalah  hal yang harus dilakukan oleh orangtua dari anak dengan karakter dan kepribadian ini.  Sebagai seorang pendamai, anak-anak ini dengan senang hati akan mendamaikan teman atau pun anggota keluarga yang sedang berselisih.  Mereka akan berusaha mencarikan jalan keluarnya tanpa diminta.

Setelah mengetahui keempat tipe kepribadian ini, satu hal yang harus kita ketahui, bahwa tidak ada satu tipe kepribadian yang lebih baik daripada yang lainnya, kita memiliki kadar tertentu dari keempat tipe ini dalam kepribadian kita, hanya saja ada satu yang lebih dominan yang membuat kita unik dan berbeda dengan orang lain. Untuk itu, dalam menghadapi anak, kita jangan pernah menjudge bahwa anak tersebut nakal/buruk, karena dalam diri mereka ada satu kepribadian yang lebih baik yang mungkin saja tertutupi/kurang dominan. Alangkah baiknya kita bisa berlaku adil terhadap anak, supaya anak bisa menerima kita dan komunikasi kita terhadap anak bisa berjalan dengan baik, sehingga tujuan yang kita inginkan dapat tercapai.

Referensi :

http://www.pendidikankarakter.com/macam-macam-kepribadian-anak/

http://komnaspa.or.id/Komnaspa/Artikel.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mie Instan Berbahaya atau Tidak?

Mie instan Berbahaya atau Tidak?

oleh Aulia Rahim (1100085)

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup. Namun, khususnya bagi manusia sekarang banyak beredar makanan siap saji atau instan. Yang perlu kita pertanyakan, apakah makanan cepat saji itu menyehatkan? Walaupun memang praktis dalam pembuatannya, namun makanan cepat saji itu menimbulkan bermacam-macam penyakit. Kandungan zat kimia di dalam makanan cepat saji itu tidak jarang dapat merusak organ-organ tubuh pada manusia. Semua jenis zat kimia yang masuk ke dalam tubuh kita pastilah akan berdampak negatif, namun dampaknya tidak langsung kita rasakan saat ini. Membutuhkan waktu sekitar 10 tahun, barulah akan mulai terasa dampak buruknya, mulai dari gangguan ginjal, pengerasan hati (sirosis), hingga penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan stroke. Banyak sebagian dari kita yang tidak memerhatikan ini, terkadang walaupun mengetahui, tetapi kebanyakan acuh dan tidak menghiraukan nya.

Khususnya bagi mahasiswa, mie instan seolah-olah sudah menjadi teman akrabnya sehari-hari. Mie instan memiliki rasa yang  lezat  serta  proses  penyajian  yang  mudah  dan  cepat. Harganya  yang  murah membuat mie instan berpotensi sebagai salah satu bahan makanan substitusi parsial bagi makanan pokok beras. Namun, mie instan belum dianggap sebagai makanan penuh karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mie yang terbuat  dari  tepung  terigu  mengandung  karbohidrat  dalam  jumlah  besar,  tetapi kandungan protein, vitamin dan mineralnya hanya sedikit. Pengawetan mie instan dilakukan dengan deep frying yaitu penggorengan dengan minyak goreng nabati pada suhu 120–160 0C  selama 60 sampai 90 detik sampai kering sehingga diperoleh kadar airnya  kurang  dari  4  %  sehingga  mikroorganisme  tidak  dapat  berkembang  biak.

Mie instan adalah mie yang sudah dimasak terlebih dahulu dan dicampur dengan minyak, dan bisa dipersiapkan untuk konsumsi hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu – bumbu yang sudah ada dalam paketnya. Mie instan diciptakan oleh Momofuku Ando pada 1958, yang kemudian mendirikan perusahaan Nissin dan memproduksi produk mie instan pertama di dunia Chicken Ramen (ramen adalah sejenis mie Jepang) rasa ayam. Peristiwa penting lainnya terjadi pada 1971 ketika Nissin memperkenalkan mie dalam gelas bermerek Cup Noodle. Kemasan mie adalah wadah styrofoam tahan air yang bisa digunakan untuk memasak mi tersebut. Inovasi berikutnya termasuk menambahkan sayuran kering ke gelas, melengkapi hidangan mie tersebut. Menurut sebuah survei Jepang pada tahun 2000, mi instan adalah ciptaan terbaik Jepang abad ke-20. Hingga 2002, setidaknya ada 55 juta porsi mi instan dikonsumsi setiap tahunnya di seluruh dunia.

Mie instan sudah merupakan salah satu makanan terfavorit warga Indonesia. Bisa dipastikan hampir setiap orang telah mencicipi mie instan atau mempunyai persediaan mi instan di rumah. Bahkan tak jarang orang membawa mie instan saat ke luar negeri sebagai persediaan “makanan lokal” jika makanan di luar negeri tidak sesuai selera. Ini karena rasa mie instan yang gurih sekali karena memakai berbagai bumbu yang tak jarang berbahaya bagi kesehatan seperti MSG, pengawet buatan, perasa buatan sehingga rasanya jadi seperti rasa ayam, sapi, bakso, dan sebagainya. Namun, bahan-bahan tersebut malahan harus diwaspadai bahan kimia yang terkandung didalamnya. Bahan-bahan yang harus diwaspadai yang terkandung dalam mie instan adalah :

1). Bumbu dan pelengkap

Bumbu yang digunakan antara lain adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media mikrobial, yaitu media yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfungsi memfermentasi bahan baku vetsin. Sedangkan bahan pelengkap mie instan adalah bahan-bahan penggurih yaitu HVP dan yeast extract. HVP atau hidrolized vegetable protein merupakan jenis protein yang dihidrolisasi dengan asam klorida ataupun dengan enzim. Sumber enzim inilah yang harus kita pertanyakan apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme. Kalau hewan tentu harus jelas hewan apa dan bagaimana penyembelihannya. Sedangkan yeast extract yang menjadi titik kritis adalah asam amino yang berasal dari hewan.

2). Bahan penambah rasa

Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.

3). Minyak sayur

Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.

4). Solid Ingredient

Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.

5). Kecap dan sambal

Berbeda halnya dengan kecap dan chili sauce menggunakan bahan pengawet. Banyak jenis pengawet yang digunakan untuk mengawetkan bahan pangan. Salah satu bahan pengawet yang sering dipakai pada kecap adalah natrium benzoat. Benzoat juga sering digunakan untuk mengawetkan sari buah, minuman ringan, saus sambal, selai, jeli, manisan, dan lain-lain. Namun, produsen hendaknya tidak menambahkan jenis bahan pengawet ini sesuka hati, karena bahan pengawet ini akan merugikan kesehatan jika dipakai secara berlebihan. Pada penderita asma dan urticaria sangat sensitif terhadap asam benzoat dan jika dikonsumsi dalam jumlah besar akan mengiritasi lambung. (Cahyadi, 2008). Selain itu, nipagin yang ada dalam mi instan ternyata merupakan kandungan pengawet yang ada pada kecapnya,  penggunaan nipagin pada mi instan yang beredar di Indonesia saat ini masih dalam batas kendali. Indonesia sendiri telah menetapkan nipagin atau metil p-hidroksibenzoat sesuai standar internasional, yaitu 250 mg/kg. Meskipun sudah memenuhi standar, jika dikonsumsi berlebihan, nipagin juga berdampak buruk bagi kesehatan. Batas aman pengkonsumsian nipagin tergantung dari ”daily intake” (batasan seseorang mengonsumsinya dalam sehari) yaitu 10 mg/kg berat badan manusia. Dalam jangka panjang konsumsi nipagin dengan kadar melebihi batas maksimum dapat menimbulkan penyakit, antara lain hipersensitivitas (alergi), urtikaria, bronkospasme, dermatitis, bahkan kanker payudara

Dalam hal ini yang harus anda perhatikan dan dicamkan ialah “Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”. Selain itu, kita harus mewaspadai frekuensi mie instan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan sehingga menganggu kesehatan. Dengan demikian, mie instan tidak berbahaya selama konsumsi mie instan tidak berlebihan.

 

Referensi :

(Tanpa Nama). (Tanpa Tahun).  Bahaya  Mie  Instan  bagi  Kesehatan [Online].  Tersedia : http://eka.web.id/bahaya-mie-instan-bagi-kesehatan.html. [5Maret 2012]

Suhud, Farida. (2010). Pengawet Mie Instan Aman Dikonsumsi. [Online]. Tersedia :  http://www.ubaya.ac.id/ubaya/interview_detail/21/Pengawet-Mie-Instan-Aman-Dikonsumsi.html. [5 Maret 2012]

PanicSurver. (2010). Pengawet  Nipagin  dalam  Kecap.  [Online].  Tersedia :  http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2062553-pengawet-nipagin-dalam-kecap-pada/.  [5 Maret 2012]